3D : Dee Dan Dapur !!

Sebagai istri yang bekerja di luar rumah, dan di Jakarta pula, terus terang saya selalu merasa dikejar-kejar waktu.ย  Begitu banyak hal yang harus dilakukan, tapi begitu sedikit waktu untuk mengerjakan. Terlebih, saya bukan morning person yang bisa bangun pagi jam 4 dan langsung beraktivitas seperti ibu dan ibu mertua saya. Bangun pagi saja, masih harus diseret-seret turun dari kasur sama suami buat sholat Subuh! *parahnya saya ๐Ÿ˜›

Pulang kantor nyampe rumah antara jam 17 sampai 17.30 dengan baterei tinggal 50%. *lowbat, ughh.. Urusan masak masih harus berkompetisi dengan urusan beberes rumah dan nyuci baju.

Aktivitas masak-memasak saya akhirnya menjadi sangat standar alias itu-itu saja.Yang mana ini juga didukung fakta bahwa saya sudah lama sekali tidak terjun ke dapur. Terakhir seingat saya, saat saya masih kuliah kalo pas libur semesteran. Artinya, sudah bertahun-tahun yang lalu! Gawattt…

Maka daftar menu saya yang sangat sederhana hanya berisi:

Tumis dengan aneka varian isi yang dimix-match satu sama lain, seadanya stok di kulkas : kangkung-telur puyuh, tempe cabe ijo, tahu caisim, kacang panjang-bakso, sawi-udang, brokoli-wortel, dan sebangsanya.

Kuah-kuahnya terdiri dari sup danย  sayur bening.

Kalau pas pengen, bikin capcay atau sayur lodeh yang disajikan sama ikan asin. Itupun rasanya belum dijamin, wahahaha..

Dunia lauk didominasi telur, nugget, tahu dan ayam goreng saja. Daging-dagingan kesukaan suami mah di luar batas kemampuan masak saya. Hahaha.

Jadilah masa cuti akhir tahun kemarin saya membayar hutang saya sama suami. Bereksperimen dengan berbagai masakan di luar kebiasaan kami, seperti soto ayam dan mi rebus Jawa. Dan jangan lupakan rawon! Masakan khas Jawa Timur itu masuk list no. 1 masakan yang dia ingin saya buat untuk dia. Jadilah saya browsing sana-sini cari resep rawon yang terpercaya, karena seumur hidupย  belum pernah masak ini. Eh tapi katanya rasanya lumayan. *entah beneran apa cuma pengen nyenengin istri yah?

Uba-rampenya soto, yang lumayan ribet nyiapinnya

Soto ayam

Saya bersyukur sekali punya suami yang tak terlalu banyak menuntut. Karena itu sebagai wujud syukur saya, saya harus eksplor apa isi hati dia : apa yang dia inginkan, apa yang dia suka, apa yang dia nggak suka. Itulah inti pernikahan bukan? Saling mengerti dan saling berusaha memberikan yang terbaik. ๐Ÿ™‚

Inilah rawon yang fenomenal itu hohoho..

Advertisements

Days of My C U T I

Ceritanya, saya baru ambil cuti kerja. Lumayan juga lima hari buat ngerefresh pikiran. Jadi seger lagi. Sekalian istirahat dalam rangka program intensifikasi which is belum ketauan sih hasilnya *ups ๐Ÿ˜›

Cuti yang menyenangkan.

Dimulai denga ritual pagi nyiapin sarapan buat mas Bay, trus rendam cucian. Selanjutnya bervariasi dari : ngupi-ngupi sambil browsing, nonton video donlodan (nemu link serial TV-nya detective Conan yang bukan kartun! di youtube), baring-baring baca buku.., atau malah bobo lagi (bener-bener putri tidur yang tiada duanya).Yah… selayaknya kaum lajang gitu deh (padahal udah bukan lajang lagi). Begitulah ibu-ibu yang belum punya junior. Me-time nya masih leluasa.Eh, bukan berarti saya tidak merindukan kehadiran baby loh. ๐Ÿ™‚

Menjelang siang, perut keroncongan menuntut diisi.

Nah, habis maksi baru deh nyuci. Bersih-bersih rumah. Setrika. Belanja. De-el-el. Etc. Sampai dengan sore. Trus nyiapin makan malam. Kenapa baru siang? Terus terang karena dari semua hal, saya paling nggak suka mencuci. Dari jaman gadis saja, di kosan baju-baju dicuciin sama mba asistennya bu Kos. Jadi terus terang, aktivitas cuci mencuci ini menjadi hal yang lumayan berat buat saya. Apalagi kalau menyangkut kaus-kaus rumah mas Bay yang kebanyakan berwarna putih (I’m not good at dealing with those white clothes).

Ada sebenarnya solusi memakai jasa laundry, apalagi banyak jasa laundry kiloan di sekitar rumah. Tapinya kok, belum nemu yang hasilnya memuaskan ya. Adaaaa aja masalah : ngga bersih nyucinya dan/atau ngga licin nyetrikanya (which is harus dicuci/setrika ulang = percuma bayar orang), nggak tepat waktu ngerjainnya alias molor-molor.. Aaahh.., malah jadi emosi jiwa. Solusi terbaik ya masih di level nyuci sendiri.

Beli mesin cuci gimana? Masalahnya, kontrakan saya dan suami berukuran minimalis, bingung tuh mesin mau ditaruh mana. Apalagi kalo noda membandel kan tetep aja harus dikucek pake tangan. Maybe sometime, jika udah punya baby. Baru deh beli mesin cuci. Maunya beli mesin pengeringanya saja, ada kah? ๐Ÿ˜›

Eh, kenapa jadi panjang lebar bahas cuci-mencuci ya?!! Aih, salah fokus. Maap. ๐Ÿ˜›

Aaanyway…

Kerana selama saya cuti mas Bay tetep masuk, jadi rencana saya bersenang-senang di luar rumah terasa kurang mantap. Ada rencana mo nonton lah, mo windows shopping lah, mo nongkrong di toko buku lah.., ngga ada yang terealisasi.

Syukurlah, hari Sabtu-Minggunya, mas Bay bersedia diculik dengan suka rela : nongkrong di Gramed sesiangan di hari Sabtunya dan dapet stok buku buat dibaca kala dia asyik nonton bola yang mana biasanya saya jadi dikacangin (huuuu! he3), trus nonton di hari Minggunya yang merupakan momen istimewa karena baru kali inilah sang beliau berkenan menemani saya nonton. Makasih buanyak ya cintaku..Muah muah hehe..

Buat nemenin saya pas suami nonton bola hehe..

Hari ini hari pertama nongkrong di kantor. Tapi karena aura liburan sudah menyebar luas, jadi yaa saya bingung juga nih mau ngerjain apa. Secara, di kantor saya tuh musti kreatif sendiri nyari kerjaan kalau pas ngga ada kerjaan misal baca-baca literatur, jadi kalau kreatifnya lagi ngga muncul *yang mana cukup sering terjadi ckckckk* malah jadi beraktivitas di luar jobdesk, di antaranya ya nge-blog kaya sekarang ๐Ÿ˜› Yaaa.. paling tidak ini menyehatkan mental saya, sehingga nantinya kantor cukup beruntung punya karyawan yang sehat lahir batin jiwa raga. Huahahahaha *mencari pembenaran seperti biasa

Okeee… Masa liburan sudah berakhir. Now work.. work… work…!!! Ceileh! :))

Cumungudhhhh!

Dahlan Iskan

Duluuuu banget, sebelum nama beliau banyak disebut di media karena diangkat jadi menteri BUMN, aku pernah dengar cerita tentang beliau dari bosku. Tentang sakit livernya, transplantasi hati di Cina-nya yang biayanya M-M-an, tapi belum tentang sepak terjangnya yang mengagumkan.

Dan lalu rupanya bos besar republik ini terkesan dengan semua pencapaian beliau saat memimpin PLN. Dan diangkatlah beliau menggantikan pak Mustafa Abubakar yang terganggu kesehatannya, untuk memimpin kementerian BUMN dengan harapan bisa membenahi BUMN-BUMN yang sakit menjadi lebih sehat sebagaimana saat beliau menyembuhkan PLN yang sedang kritis dengan gebrakan-gebrakan mautnya. *terlalu lebay ya kalimatnya hi3

Sejak itu aku sering melihatnya di televisi.

Semua kebersahajaannya membuatku terpikat. *aiiihh bahasanya

Pilihan fashionnya yang simpel, gaya bicaranya yang lugas, pilihan sikapnya yang berani tampil berbeda dari tipikal pejabat pada umumnya di Indonesia, aksi-aksinya yang langsung, semua terasa sempurna.

Lalu aku menemukan blog yang berisi catatan-catatan beliau selama memimpin PLN yang sebenarnya didedikasikan untuk para karyawannya tapi ternyata lalu menyebar kemana-mana karena isnpiratif, yang disebut CEO Note.

Lalu aku menonton Sentilan-Sentilun yang mengundang beliau sebagai tamu. Juga Save Our Nation.

Lalu aku menemukan bukunya : Dua Tangis dan Ribuan Tawa yang berisi kumpulan CEO Note-nya dan terkesaaaannn…

Lalu aku semakin sering menemukan berita tentang beliau yang membuat makin jatuh cinta, di antaranya baru-baru ini berani naik KRL ekonomi dan berdesak-desakan dengan penumpang lain bahkan sempat mau naik ke atap kereta. Dan tanpa pengawalan! Yang mana ini istimewa di tengahย  makin maraknya suara nguk-nguk motor pengawal pejabat di jalan raya, bahkan saat yang dikawal ternyata bukan pejabat tapi bersikap “sok orang penting” ! *geram geram

Ah, jangan tanya kenapa aku begitu jatuh cinta.

Mungkin latar belakang beliau sebagai wartawan dan bussinessman (wartawan untuk idealismenya dan bussinessman untuk pengalaman manajemennya) yang mana beliau adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group sehingga soal materi duniawi sudah tak perlu mengais-ngais uang negara untuk kepentingan pribadi. Baca CEO Bertangan Dingin

Mungkin pengalaman spiritual beliau yang sudah di ambang waktu saat terkena sirosis beberapa tahun lalu sehingga sekarang begitu berani dalam gebarakan-gebarakannya, “Saya itu harusnya sudah mati 5 tahun yang lalu, ketika saya diberi kesempatan untuk sehat kembali, maka saya harus memberikan semuanya.”

Hanya bisa berdoa semoga beliau istiqomah dalam kebaikan dan nggak terpengaruh dunia politik Indonesia yang acakadut.

PS:

Sekarang sedang mengikuti catatan beliau di wordpress dan baca buku Indonesia Habis Gelap Terbitlah Terang. Ada yang mau pinjam dan ikut jatuh cinta? ๐Ÿ˜‰