Unconsciously Disturbed

Seorang teman kantor (wanita), sebut saja Bunga (aaiihhh..),  pernah ada konflik terbuka dengan juniornya yang kebetulan lelaki, sebut saja AF (bukan Ahmad Fathanah ya.. ini random initial kok, bukan sebenarnya xixi).

Bunga merasa AF ini membicarakan dirinya di suatu forum yang kebetulan Bunga tidak hadir di situ. Bunga pun terusik karena merasa dibicarakan “di belakang”. Akhirnya di suatu forum terbuka, Bunga pun “menyentil” kelakuan AF ini. Dan entahlah, mungkin karena sedang emosi tinggi atau apa, AF ini “meledak”.  Untunglah seorang senior meredam situasi dan permasalahan ini pun dibicarakan di luar forum. Entah bagaimana kelanjutannya, saya pun tak tahu.

Sebenarnya sih, permasalahannya lebih ke miskomunikasi saja, menurut saya. Sewaktu AF “katanya” membicarakan Bunga “di belakang” itu, sebenarnya lebih ke mempertanyakan sistem, dan bukan semata soal Bunga. Cuma entahlah, mungkin info yang sampai ke Bunga tidak lengkap atau bagaimana. Sedangkan mengenai AF yang bicaranya (maaf) agak kasar itu, seorang kawan saya (lelaki) berkata bahwa itu semata karena background-nya AF yang dunia lelaki banget, jadi tidak terlalu bagus dalam hal berbicara dengan wanita. Ya ya ya.. teori Man Comes From Mars and Venus Comes From Venus, and That’s Why They Often Collide..

Saya tidak sedang menghakimi siapa pun di sini. Tapi saya belajar hikmah yang sangat dalam dari kejadian ini. Apa itu?

Bahwa cara kita menyampaikan sesuatu itu sangat penting, sama pentingnya dengan apa yang akan kita sampaikan.

Bahwa sekali kita bicara kasar dan melukai hati orang, orang itu nggak akan pernah lupa. Ibarat kita menancapkan paku di kayu, meski paku sudah kita cabut, kayu itu akan tetap berlubang. Benar bahwa time will heal the wound, but the scar will always be remained.

Maka, kita benar-benar harus berhati-hati dengan lidah kita, terutama kala berhadapan dengan orang-orang yang kita cintai.

Lalu, apa hubungannya dengan judul posting ini? Unconsciously disturbed?

Segera setelah konflik itu terjadi, AF akhirnya meminta maaf pada Bunga. Dan Bunga pun dengan bijaknya meminta maaf pada AF, sama-sama lah begitu biar sama-sama enak. Bunga menyangka permasalahan sudah selesai.

Yang Bunga tidak sadar, alam bawah sadarnya masih sakit hati dan tidak terima dengan perlakuan yang dia terima. Perasaan, saya nggak pernah jahat sama orang, kok tega banget orang sejahat itu sama saya? Sepanjang perjalanan pulang dari kantor, dia tidak bisa tidur (padahal biasanya lelap!). Berhari-hari setelah itu, dia sulit tidur malam. Semata karena masih ada yang mengganggu pikirannya. Dia pun heran, ternyata yang dia anggap sudah selesai itu, masih mengganggu dunia bawah sadarnya.

Hal yang sama pernah juga terjadi sama saya akhir-akhir ini. Sesuatu yang mungkin dianggap joke sama orang, dan saya juga menganggapnya enteng.. Eh kok malah masih terbawa di pikiran saya sampai lama kemudian. Rupanya alam bawah sadar saya yang nggak terima diperlakukan begitu. Unconsciously disturbed. Ada jugakah yang pernah mengalami?