Europe, We’re Coming! ^,^

Menginjakkan kaki ke Eropa, secara tak sadar telah menjadi satu mimpi saya sejak lama. Dengan semua cerita keindahannya, keteraturannya, hawa intelektualnya, sejarahnya yang panjang.. Membuat saya terpesona. Ehm. Pernah saya berkhayal, kalau tiba-tiba saya dapat rejeki dibiayai jalan-jalan dan disuruh milih sendiri kotanya, rasanya saya bakal milih kota di wilayah Eropa. Entahlah, Paris mungkin? Atau Roma? Venesia?

Dan ternyata, mimpi pun menjadi kenyataan. Meski melalui cara yang tidak sepenuhnya saya inginkan.

Long story short. Saya ditugaskan untuk pergi training alat ke suatu kota di Jerman. Namanya Lauda Konigshofen. Kota kecil di wilayah Stuttgart. Masuk di area Bavaria.

Kenapa saya kok nampaknya tak terlalu happy dengan keberangkatan saya ini? Katanya memang sudah lama bermimpi pengen ke Europe? Pertama, saya harus meninggalkan anak saya yang baru lepas setahun… Masih 15 bulan. Padahal, sejak saya hamil, saya sudah rajin ngeles kalo disuruh dinas keluar kota. Apalagi habis punyai baby. Setahun berlindung dengan alasan masih menyusui, toh akhirnya saya menyerah juga. Tak enak rasanya terus-terusan ngeles. Kesannya gak profesional gitu (baru nyadar neng? :P) Hmmh.. Trus, alasan lainnya apa selain anak? Ada deh ya. Rahasia. *minta dipentung yang baca hahaaa.

Yah pokoknya gitu deh.

Tapi toh suka tak suka, i’ve to go. Berbekal restu suami “demi menambah pengalaman dan wawasan” istrinya, saya pun berangkat.

Eh masak semudah itu?

Tentu tidak. Hahaa.. Saya masih harus urus passport (ketahuan ye belum pernah keluar negeri ckckck), urus visa (yang memakan waktu lama, entahlah saya dengar Eropa memang tergolong ketat dalam hal ijin masuk ke negara2nya), juga belanja keperluan musim dingin karena saya pergi pas Desember. Urusan visa ini bikin saya beberapa kali musti bolak-balik dari kantor saya di ujung dunia (Serpong) ke Jakarta. Tapi yang gak kalah bikin ribet tentunya yang terakhir itu. Iya. Belanja.

Sebenarnya wanita mana yang nggak doyan belanja? Tapi ini? Belanja untuk kostum beberapa hari saja, masa harus keluar uang dalam jumlah banyak (versi kantong saya)? Puyeng deh waktu akhirnya list belanja saya selesai : coat musim dingin, sepatu musim dingin, long john, syal, sarung tangan, kupluk, kaos kaki wool, aneka sweater... Lebih pusing lagi waktu lihat kisaran harganya di internet.  Mabok saya.

Tapi demi kelangsungan hidup saya di Eropa sana (ciyee) daripada beku dan nggak bisa kemana-mana, masak iya mau kruntelan di hotel aja, ya mau nggak mau saya harus lapang dada berpisah dengan rupiah-rupiah saya. Huhuhu.. Di suatu weekend yang cerah, meluncurlah saya berdua suami ke Pasar Pagi Mangga Dua. Demi perlengkapan winter murah! Tibalah di Toko Djohan dengan kiosnya yang kecil tapi pengunjung berjubel. Maakk.., rame bener. Ini pada mau keluar negeri semua ye? Hihi. Perburuan singkat di Djohan dan toko kembarannya yang masih berada di lokasi yang sama, Farina, menghasilkan 2 kantong besar berisi keperluan saya menghadapi dinginnya cuaca bersalju. Uhuy! Kok bisa cepet? Ya, lha wong tokonya pasang harga pas gitu. Udah gitu saya langsung main bungkus aja yang saya perlukan. Jadi kalo ditanya harga per itemnya, saya gak apal deh. Wkwkwk.

Tibalah hari itu. Sabtu berselimut awan mendung (Bukan lebay loh ini, emang beneran mendung) Di tengah gerimis yang mengguyur Jakarta, saya pamitan sama baby saya yang masih nggak ngeh bakal ditinggal lama jadi cengar-cengir aja dan kiss-bye ceria waktu di-daag-in mamanya. Pamitan ke teteh pengasuhnya anak saya. Salim ke Akung (bapak saya) sambil titip baby saya, tak terasa saya pun mewek. Hehe. Suami? Masih di kantor. Ccckkk emang karyawan teladan.. *nyengir Tenang.. beliau nyempatin ngejar ke bandara kok begitu urusan di kantornya kelar. Masih sempet ketemu sebentar sebelum saya boarding. Ala Rangga dan Cinta aja, haha.

Penerbangan berjalan mulus, 7 jam Jakarta-Abu Dhabi dan 6 jam Abu Dhabi-Frankfurt. Ditemani fasilitas entertainment di pesawat, rasa parno-an saya pun rada berkurang. Itu lho, was-was tiap kali naik pesawat. Suka deg-deg ser piye ngono, bayangin yang enggak2. Haha. Syukurlah si Ethan Hawke dan Julie Delpy berhasil bikin saya terhibur dengan film lama mereka, Before Sunset. Habis itu nonton Devil Wears Prada bikin saya sukses tertidur pulas hingga jam makan berikutnya.

Ngomong-ngomong soal makan, meski rasanya kurang spicy, coba saya nikmati saja. Mungkin ini makanan halal terakhir yang dapat saya temui sebelum menginjak Eropa, haha. Untung saja maskapainya Etihad, yang mengklaim semua menunya halal. Alhamdulillah. Meski jujur saja, kalau mereka mulai announcement pakai Arabic, yang bisa ditangkap telinga saya cuma syukron alias matur nuwun. Terima kasih. Hehe.

Transit ganti pesawat selama hampir 4 jam di Abu Dhabi. Sampai di langit Frankfurt, pesawat kami disambut hamparan awan tebal putih yang menutupi langit.  Ini foto jepretan kawan saya dari balik jendela pesawat.

Picture 018

Alamaakkk.. cuaca burukkah? Hmm, untunglah pesawat landing dengan mulus dan selamat. And akhirnyaa..

Welcome to gloomy Frankfurt!

Yah, gimana enggak gloomy. Sudahlah mendung menyelimuti langit (means no sun!), plus gerimis, trus dingin pula.

Alhamdulillah proses di keimigrasian berjalan lancar. Saya dan teman saya pun bergegas mencari moda transportasi selanjutnya ke Lauda Konigshofen. Bandara Frankfurt sebenarnya sudah terintegrasi dengan baik dengan stasiun kereta yang memudahkan akses hingga ke seluruh Eropa kalau perlu. Tapi namanya orang baru, tergagap-gagaplah kami, dari beli tiket ke jurusan yang benar (dengan begitu banyaknya stasiun bernama Lauda, ini Lauda yang mana yang harus dipilih?? Oh Tuhan!!) hingga mencari peron yang benar untuk kereta yang akan kami tumpangi. Petugas yang banyak dijumpai di Tanah Abang, tak nampak batang hidungnya di mari. Mau nanya ke siapa, gak ada petugas. Nanya ke sesama penumpang? Sudah dong. Tapi info yang simpang siur malah membuat kami harus  naik-turun dari lantai 1 ke lantai 2 trus lantai 1 lagi trus lantai 3 trus lagi ke lantai 1 demi mendapat peron yang benar ke Lauda Konigshofen. Dengan koper segede gaban dan eskalator sempat mati. Ampun dah!

Ya sudahlah.

Akhirnya kami berhasil juga nongkrong di kereta menuju Wurzburg. Lhoo katanya Lauda? Iya, Lauda. Tapi kami musti transit ganti kereta dulu di Wurzburg. Kalo gak, bisa-bisa kami kebawa sampe Muenchen. Gazwat toh hihi? Syukurlah stasiun Wurzburg termasuk kecil. Kami bisa melaluinya tanpa insiden berarti. Dan akhirnya, sampai juga kami di stasiun Lauda Konigshofen.

Tapi rupanya masih ada drama lagi yang harus dilalui. Kota Lauda ini ternyata super sepi. Angkot? Jelas nggak ada ini mah. Tapi taksi juga ngga ada, terus harus gimana cobaaa. Stop! Berpikir jernihlah. Ok, tapi harus makan dulu. Lapar. Syukurlah ada kedai kebab di depan stasiun. Dengan penjualnya yang (sepertinya) berdarah Turki dan statemen halal dari penjualnya, kami pun mantap memilih kebab seharga 3,5 euro (err.. hampir 58 ribu? busett). Dan ketika datang si kebab itu, saya sampai melongo dan langsung kenyang sebelum mulai mengunyah pun. Gede banget. 😛

Hanya sanggup makan separuh, dan taksi yang katanya sudah ditelponkan penjual kebab tak jua datang, dengan gontai kami pun keluar kedai. Nahas, penduduk setempat meski baik dan ramah, rata-rata nggak bisa bahasa Inggris. Dengan bahasa isyarat dan bahasa Jerman seadanya (yang artinya hampir NOL besar haha), kami menangkap hotel tempat kami menginap itu jauhnya 5 km dan kami HARUS naik taksi. Kalau jalan kaki, nggak mungkin. Pertanyaannya, gimana bisa kami menemukan taksi? Info terpercaya dari penduduk setempat, taksi hanya ada kalau ditelepon dan itu juga datangnya SATU JAM kemudian. Ini sius apa becanda yak? Untunglah akhirnya kami bisa juga menemukan telepon umum yang letaknya, entahlah mungkin sengaja mau meledek kami, nyempil tak terlihat dengan mata telanjang. Harus dengan mata batin. *becanda

Singkat kata singkat cerita, setelah beberapa kali putus nyambung, dan menghabiskan 70 cent untuk telepon, kami menunggu dalam angin yang berhembus dingin selama sekian-sekian menit sebelum akhirnya supir dari hotel datang, dengan bawa mobil tentunya! Haha. Maksud untuk beramah tamah dengan supir pun kandas karena, “No English!” kata si supir sambil nyengir. Oh oookkaayy. *pasrah

Picture 037Harap-harap cemas menunggu dijemput di depan Lauda Konigshofen Hbf

Picture 048Alhamdulillah sampai juga di hotel :’)

Sampai di hotel terjawab sudah kenapa kami ditelantarkan dengan begitu kejamnya.. (eciye..) Rupanya pihak hotel sudah datang menjemput pukul 10.00 waktu setempat tapi tak ada siapa pun. Ups iya, pesawat kami memang delay sejam di Abu Dhabi sih. Belum lagi drama di stasiun yang tentunya makan waktu itu. Jadinya telat. Sedangkan kami tak kepikiran kasih kabar ke hotel. Kami pikir, bakal gampang nemu taksi. Siapa sangka Lauda begitu sepi?

Aannyway... Masih seperti mimpi bisa menginjak tanah Eropa. Ini beneran di Eropa gak sih? *cubit pipi

Oke, saatnya istirahat. Next episode waiting! ^O^

Mom’s Guide : 24hourparenting

Yak, kembali lagi ke edisi khusus Mom’s Guide. *)

Perkenalkan bintang panggung kali ini:

logo

Isinya apa? Yaa, sesuai namanya lah : masih seputaran parenting. Cuma disampaikan dalam bentuk slide. Fiturnya ada : Daily Parenting, Parenting Journey, Learn & Do.

Setelah saya oprek, berikut ini nih favorit saya :

Slide14-200x150

Slide17-200x150

Cover-200x150-2

cover-200x150

Slide15-200x150

Slide15-200x150-2

Slide1-200x150

Cover1-200x150

Situs ini digawangi oleh Yulia Indriati (content manager), Wicahyaning Putri (editor) dan Najeela Shihab (psikolog). Yang terakhir ini sounds familiar ya? 🙂

Kesan saya soal situs ini : ringan tapi berisi. Sip.

*) Disclaimer : Mom’s Guide diperuntukkan untuk saya yang orangnya lupaan, semata sebagai dokumentasi agar jika suatu saat butuh info bisa langsung ke TKP. <— ini apa sok pakai disclaimer segala (uhuk!) #sok tenar hihi

Mom’s Guide : Babycenter

Sebagai ibu pemula yang minim pengalaman, plus jauh dari ibu dan mamah mertua, saya memerlukan referensi dalam mengasuh dan membesarkan anak saya.

Salah satu referensi favorit saya adalah babycenter ini. Situs ini lengkap sekali, mencakup segala hal yang saya perlu ketahui tentang tumbuh-kembang anak, milestone dan stimulasi yang diperlukan, serta kebutuhan nutrisi baik fisik maupun mentalnya. Setiap minggu, babycenter akan mengirimkan email mengenai perkembangan bayi seusia anak saya (berdasarkan tanggal lahir anak yang kita daftarkan), serta stimulasi apa yang perlu kita berikan. Termasuk game-game sederhana yang bisa kita coba dengan anak.

Kalau berminat, kita bisa juga gabung dengan birth club. Ada juga ask experts jika kita mau nanya-nanya.

babycenter1

Ada fitur yang menurut saya penting disini yaitu babycenter symptom-guide.

babycenter2

Masukkan usia anak, gejala (simptom) yang dirasakan, maka akan muncul beberapa penyakit yang MUNGKIN diidap anak. Kata mungkin harus di-caps lock (penting!) Buat saya, fitur ini membantu untuk kita waspada namun tidak langsung panik menemui dokter tanpa bekal ilmu yang memadai.  Paling tidak, kita bisa cari tahu dulu kemungkinan masalah/penyakit yang ada, untuk didiskusikan dengan dokter. Jadi nggak blank.

Sekarang ini, anak saya sudah bukan bayi lagi, jadi bagian ini nih yang saya oprek.

babycenter3

Baca-pelajari-pahami-praktekkan.

Karena anak akan terus tumbuh dan berkembang. Agar kita tidak keponthal-ponthal dan gedandapan, kita juga harus terus menambah ilmu agar bisa tumbuh dan berkembang bersamanya. Iya kan iya kan?

Salam.

@mamayeah vs competitive mommy

Baru tahu, ada yang namanya “mamayeah”. *kemane aje maaakk :P

Jadi, ceritanya lagi baca artikel di mommiesdaily, trus ada yang nyebut @mamayeah sebagai sosok perfect mommy. Langsung buka twitter. *sigap

Tapi oh tapi, akunnya sudah tiada maakk. Yang ada @MamaYeahFC, itu juga masih baru. Akhirnya saya pun gugling dan nemu link ini dan ini.

Banyak yang tersindir dengan akun twitter ini dan jadi sewot, ngomel dan marah-marah. Ya gimana, gaya bertuturnya memang asli sarkastis. Tapi kenapa ya, reaksi saya pas baca malah ngakak-ngakak ga jelas? Apa karena saya ini orangnya juga sadis sarkastis. *please say noo, my frens :-P

Di jaman serba canggih seperti sekarang, akses informasi memang terbuka lebar. Sebagai ibu, kita bisa dengan mudah mencari berbagai ilmu parenting, nutrisi anak, milestone anak.. Kita bisa belajar di blog orang, milis atau situs-situs parenting. Tapi kadang tanpa disadari, kita jadi kebablasen jadi competitive mommy. Di berbagai socmed, kita cerita : kalau saya begini begitu, anak saya begini begitu, pake produk ini itu, makan ini itu, susunya, popoknya.. yang akhirnya jadi berbau pamer, atau memojokkan orang lain yang nggak “sealiran”.

Pastilah sebagai ibu kita bangga sama anak, bangga sama pencapaiannya, puas dengan gaya pengasuhan kita. Cuma kalau jadi menjurus ke men-judge orang lain dengan gaya yang berbeda itu sebagai DOSA, yaa.. kayaknya sudah nggak bener. *iya kan iya kan?

Naaahhh.., mamayeah ini semacam mengingatkan kita, ibu-ibu kece di jaman modern ini, untuk lebih wise dalam dunia peribu-ibuan. For being not too competitive, begitu lah simpelnya. Toh pada akhirnya, SEMUA ibu di dunia ini menginginkan yang terbaik buat anaknya masing-masing kok.

Jadi, mana sih… tweet-tweetnya @mamayeah yang fenomenal itu? Ini diaaa..

Ehtapi, itu hati tolong disabar-sabarin dulu. Jangan langsung ngamuk, mending kayak saya : NGAKAK!

“Bio: We are the perfect mothers: SAHM sekaligus WM, IMD, ASIX, homemade MPASI, jago memasak, berkebun, menjahit, dan memuaskan suami.”

  1. Working Mom niyeeeee
  2. Gak sempet makan siang gara2 harus merah ASI niyeeeee
  3. Bugaboo Cameleon niyeeeee
  4. Ketika baru melahirkan, kami langsung sukses IMD. Anak kami pun berkembang dengan sehat dan pintar. Yg lain: GAGAL IMD NIYEEE
  5. Gak masalah, krn bisnis rumahan dan part-time job kami sukses dan fulfilling. FTM niyeee! RT @theurbanmama: To all full-time-mom out there.. How do you feel about being home all day?
  6. Yang penting bukan istilahnya, tapi prestasinya sbg ibu. Krisis identitas niyeee! RT @mommiesdaily: Intinya mau klarifikasi aja soal pemakaian istilah, bkn memperdebatkan ttg status.
  7. CloDi niyeeee
  8. Nggak pake epidural niyeeee
  9. Stress jadi FTN / SAHM / IRT niyeee
  10. Nggak pake nanny niyeee (ini udah pernah belum sih? Nggak apa-apa deh, biar rame…. niyeee)
  11. Harga cabe naik? Nggak sempet (baca: males) ke pasar? Nggak masalah. Kami ‘kan nanem cabe sendiri dirumah. Jago berkebun niyeee…
  12. CEPET KURUS ABIS MELAHIRKAN NIYEEE… *isu paling sensitif, makanya capslock*
  13. Bosen debat panggilan ibu. Gmn dgn panggilan pembeti? ART? Pembantu? Bedinde? Nanny (nanny niyeee)? Sitter? Suster? Ncus? Mbak? Kok ribet?
  14. (lagi ngetrend) Bikin snack table sendiri niyeeee…
  15. Baju anak kalian apa? Kalo baju anak-anak kami gabungan antara Gap, Mothercare, H&M Kids, dan jait sendiri. Maklum, super mom.
  16. Astri Nugraha mungkin terlihat sbg ibu / istri sempurna, tapi pasti joget salsanya jagoan kita *pasang topi buah*. Kita kan juga sempurna!
  17. Goodnight mommies. Tidurlah biar kuat netekin nanti mlm… Ingat, susu formula adalah minuman setan, dan kalo nggak ASIX, ur a devil mom.
  18. Selamat bekerja, working moms! Ninggalin anak niyeee…
  19. Selamat menyambut hari, para IRT! Ingat, pertanyaan yg paling penting “Gak sayang kuliah tinggi2 ujungnya ngangon anak aje?” IRT niyeee…
  20. Tenang ibu-ibu, keluarga kecil Miranda Kerr, Orlando Bloom, Flynn Bloom itu palsu. Hologram kok. CGI effect. Gak ada yg sesempurna itu.
  21. Shiloh Jolie-Pitt dan Suri Cruise juga robot doang, kok. Tenang aja, bayi kita yg paling sempurna.
  22. Kadang kami juga suka curiga keluarga Lang (http://bit.ly/T56CM) dan keluarga Nugraha (http://bit.ly/bJWH0x) hanya fiksi belaka. Bohong lah
  23. Ingat, kesempurnaan hanya milik Tuhan dan ibu ASIX. Sementara ketidaksempurnaan milik Dorce dan ibu sufor.
  24. Baby massage di baby spa niyeee… (sementara maknya cukup pijat di panti tunanetra Pak H. Thoyyib)
  25. Mom / bun / mak, anaknya gendut gak keruan gitu ih, pasti sufor!
  26. Mom / bun / mak / sis / gan, anaknya kurus gak keruan gitu ih, pasti sufor!
  27. Mom / bun / mak / sis / gan, anaknya gak lolos GAP casting call ih, pasti sufor!
  28. Bajunya kembaran sama anak niyeee, jait sendiri niyeee…
  29. Ngomong-ngomong soal baju: Beliin baju suster buat ART niyeee… Kalo ke mall susah ngeceng deh si mbak!
  30. Ya envelope, byk follower baru! Makasih yaaa. Gak nyangka byk yg pingin jadi ibu yg sempurna. Kalo gak sempurna, anak kita gak sayang lho.
  31. Nama anak Anto, Budi, Dewi atau Sri sih udah gak jaman. Nama anak saya dong Francois, Chloe, Genevieve! Nama anaknya susah dibaca niyeee…
  32. Tas popok situ gbr kelinci, beruang sama kodok? Cih! mana jaman… Kalo punya saya sih made in New York! Diaper Bagnya Kate Spade Niyee…
  33. Nyetir stroller roda 3, rasanya lbh ribet daripada nyetir nasib… Ah, yang penting QUINNY BUZZ niyeeee
  34. RT @ngiGO: Aduh anaknya sakit? Pasti #sufor deh!!! @MamaYeah
  35. Ketek MamaYeah sampe basah baca mention kalian. Byk sekali! Gemes! MamaYeah estirohat dulu ya, mau bikin homemade MPASI. Homemade niyeee…
  36. Sudah pasti sembuhin sendiri dong, pake… ASIX! ASIX niyeee RT @nandraa: @MamaYeah kalo anaknya sakit di bawa ke dokter apa ke dukun?
  37. Wah Mak/Bun/Moms, ntar mlm Jumat nih. Paling seru sunnah rosul, atau ntn film horror. Ngomong2 horror, pada paling takut sama apa sih?
  38. Kami sih takut sama banyak hal, misalnya kecoak, hantu, atau mer123lak. Tapi kami paling, paling takut sama milis. Hiiii!
  39. Ooo ganti istilah ya? Tapi MamaYeah masih pingin pake istilah FTM. Tapi takut dimasukkin penjara. Atau milis. Kami takut milis…
  40. Selamat pagi WM dan FTM/SAHM/IRT! Unfortunately, we’re still here.
  41. “Mommy, can I pls have some buntil and pepeda sagu?” #Bangganya anak Mama bilingual! (meski selera dan penampilan tetep ndesit). Pamer nihee
  42. #Bangganya anak Mama blm 2 thn tp sdh potty trained! Dan mulai membaca, menulis, main bola, dan merakit mesin pesawat jet! Msh pamer nihee..
  43. Kenapa sih Tunisia rusuh mulu? Ini pasti gara-gara sufor.
  44. Tiger Mom is scary, but milis is scarier.
  45. #Bangganya anak Mama, nyemplung di baby spa langsung copot neck ring dan coba gaya kupu-kupu
  46. Begitulah sekelumit cerita membanggakan dari anak kami (yg namanya bukan Yeah). Kalo Moms / Mak / Bun lain gimana?
  47. @nancyanggie sufor itu susu formula, racun! racun!
  48. Duh ratusan botol ASI perahan sebanyak ini, mau diapain ya? Yg paling utama, di twitpic dulu dong yeee…
  49. Setelah di twitpic, beli kulkas baru deh buat nampung ratusan botol ASI ini. Abis itu? Di-twitpic lagi dong ya. Ciyeee…
  50. #Bangganya perahan ASI MamaYeah bisa sampe buat mandiin paus. Papa, pesen botol kaca lagi 3 kodi!
  51. Haree genee sibuk cari diskonan Pampers di koran? Clodi dong clodi! Save the environment, save the world. Ciyeee…
  52. Kerennyaa! Orangnya baik-baik? *cemas, ambil tasbih* RT @ngiGO: @MamaYeah Gabung yuk ke milis aimy@yahoogroups.com (asosiasi ibu mama yeah)
  53. Untuk para woking mom di twitterland, ninggalin anak niyeee! Jangan mellow-mellow yeee!
  54. Untuk para stay-at-home-mommy, gak pada pegel nih beberes rumah terus? Dapet salam dari ijazah niyeee!
  55. Duilee, lagi ngetrend gendong anak pake Moby Wrap niyee? Kalo nge-mall pake kain jarik gengsi niyeee… (disangka mbok jamu?)
  56. Pa, tabah ya, kita nggak makan dulu sebln. Yang penting iPad kebeli demi si buyung… Terancam masa depannya kalo mainannya bukan iPad…
  57. Belom lengkap rasanya jadi ibu kalo belom mampir Mothercare sale, paling enggak lewatin pintu masuk tokonya aja deh biar lega. Ciyeee..
  58. Pa, tabah ya, ternyata kita harus ngemil beras dulu 2 bln. MamaYeah mending mati daripada si buyung nggak sekolah di TK Internasional…
  59. #Bangganya setelah jago main ABCKids, sekarang bayiku udh jago ngulik app CNN. Pasti ntar keterima TK internasional. Semua berkat iPad.
  60. Buat yg tersinggung sama MamaYeah, maaf ya (tapi tetep follow niyee). Kan ceritanya mau nguatin mental jd ibu yg mmg lbh kejam drpd ibukota
  61. Udara mendung terus. Ini pasti kutukan gara-gara tadi salah nyebut SAHM jadi FTM. Atau gara-gara sufor.
  62. Edisi Hati Mama yg Terluka: MamaYeah mending dikasih Ergo 3 warna daripada di-report as spam. Suwer. Ergo niyee….
  63. Mama lebih takut sama milis dibanding Twitter. Yang kuatlah, ibu-ibu! Kuwat niyeee…
  64. Wah, hampir jam 5 nih. WM siap2 ngacir dan pura2 budeg dipanggil boss ya. Selamat berakhir pekan! Dan sebagai penutup, Mama mau ksh quote…
  65. “Ape?? Lo ngelahirin caesar?? Anaknya ntar durhaka lo… Lo gak ngeden sih…” Quotenya MamaYeah sekali. Ngelahirin normal niyeee. Dadah!
  66. PS. Jadi ngelahirin caesar is the new sufor ya. Yudadababay.
  67. Good morning and happy weekend, momzillas… To SAHM: wiken gak wiken sama aja niyeee *blender ijazah buat MPASI*
  68. Eh anakku ketawa! Twitpic ah. Eh anakku makan! Twitpic ah! Eh anakku napas! Twitpic ah. Eh anakku ga ngapa-ngapain! Twitpic ah.
  69. Aktivasi otak tengah anak biar jenius udah. Ada gak sih yg sekalian aktivasi otak kanan kiri depan belakang? Kali aja anaknya bisa terbang!
  70. Yang mana aja, asal bukan sufor. RT @purplerebel: @mamayeah untuk tumbuh kembang anak, lbh penting ASI apa iPAD ya?
  71. Sekali lagi, buat yg tersinggung sama MamaYeah, maaf ya (tapi tetep ngintip TL niyee *tutup gorden*)
  72. Oooh jadi sekarang yg nge-trend buat anak itu Finger Test ya? Kalo mau ikutan mahalan mana sama iPad? *siap-siap sebulan makan nasi aking*
  73. Eh tiap wiken itu wajib lo hukumnya masukkin anak ke Play Group paling eksis di Jekardah, KIDZANIAAAA!!
  74. Besok mau arisan keluarga lagi, anak kira-kira disumpelin pake apa ya bajunya biar keliatan gemuk? *awas nenek rempong* *awas tante rempong*
  75. Selain sufor, milis, dan puyer, mama juga paling takut sama yang namanya MER123LAK. Mertua Galak! Hiiiiii!
  76. Siang momzillas! Bagi yg lagi main di Kidzania atau Minniapolis, twitpic ya. Bagi yg lagi main di Cicaheum atau Cicalengka, gak usah. Malu..
  77. Anak Mama MPASI-nya udah dibikinin puree kabocha, puree zucchini & puree cantaloupe dong. Rasa gak jamin, tp yg penting kedengerannya keren!
  78. Saatnya bikin cemilan sore! Bikin chocolate cake dulu ah, abis itu twitpic deh hasilnya! *diem-diem nelfon delivery Harvest*
  79. Terakhir nih, anakku blm bisa baca tp bisa bikin acc Twitter dan FB sendiri. Pastinya krn ASIX! RT @mamanyaZayyan: Cerita milestone baby-nya dooong
  80. Dan sblm MamaYeah endehoy sama PapaYeah di mlm minggu ini, kita tutup hari dgn quote dari seorang pirsawati…
  81. RT @prin_theth Tiger mommy gungho. Moga2 ga cemen jd emak2. Kalo anak jd presiden, dikritiknya akan jauh lbh pedes drpd @MamaYeah, misalnya.
  82. Dan terakhir, spt biasa, ketidaksempurnaan milik Dorce, kesempurnaan milik supermom, spt kalian semua ini dan saya tentunya. Wass wr wb.
  83. Happy Sunday morning mamakzillas! Asik ya, pagi-pagi melukin anak? 24 jam lagi sblm jadi melukin tukang ojek. Working mom niyeee…
  84. Sementara anak lain masih jogedan nonton Barney, bayi Mama ngangguk-ngangguk nonton BBC Knowledge & Discovery channel! #Bangganya
  85. Sementara anak lain kruntelan di Kumon, anak Mama minta dimasukkin ke Sekolah Catur Utut Adianto. Saingan Garry Kasparov niyee! #Bangganya
  86. Mumpung di mall rame: “YUK NAK! MAKAN GERBER! AAAEEMMM…” Gerber niyee (pdhl isinya mah ubi racikan sendiri. Botol kacanya udh recycle 5x)
  87. Samurai, parang, gas airmata, perbekalan dan kotak P3K semua udh siap utk Papa. Be safe Papa … Semoga dpt tiket Justin Biebernya…
  88. Mama kepengen ikutan kelas hypnobirthing dueh, tapi kok bayanginnya bakal mbrojol di ITC sambil dihipnotis Uya Kuya ya. Takut ih!
  89. Aduh tadi jantung mama mau copot liat si Buyung nyomot Chiki tetangga! Langsung mama bawa ke UGD! Racun itu, MSG racun racun!
  90. Acara keluarga lage, ketemu mer123lak lage, anak dikomentarin kurus lage, ujung-ujungnya pasti doi nawarin racun no.1 deh, SUFOR!
  91. OK, bentar lg Mama harus les hypnobirthing (baca: mempelajari teknik UyaKuya di TV. Yg murah2 aja deh). Sblm berpisah, Mama mau berpesan…
  92. Biar byk yg benci MamaYeah, ternyata msh ada 500 org lainnya yg cinta (mamer niyee…) Ngapain sih pd follow? Byk amat? Mau bikin kultus?!
  93. Akhir kata, spt biasa, ketidaksempuraan milik spam reporter dan ibu sufor, kesempurnaan milik supermom spt saya. Wass wr wb, punten.
  94. Happy Monday morning, working moms. Nih kapas buat nyumpel kuping, biar gak pedih2 amat denger anaknya jejeritan ditinggalin *nyodorin*
  95. SAHM / WAHM boleh jumawa skrg, tapi WM besok bisa kipas2 duit di muka sambil nanya, “Ini gajiku. Gajimu mana?” Berat, ciin… Happy working!
  96. “Tapi kita kan punya dagangan online buat penghasilan!” kata WAHM. Yeh, dagang untung 100rb, belanja di OL shop laen 500rb. Nombok niyee!
  97. “Hih enak ya lo WM-WM pada bisa ngabur berkedok kerja, sementara kita…” kata SAHM sambil menatap ijazah yg nasibnya udah jd talenan.
  98. Aduh, liat sahabat-sahabat lama Mama di Facebook dan Twitter, pd awet muda banget ya semua?…. Eh… itu foto anaknya semua deng.
  99. Rani, Tisna, Mintje… Susah bgt nyari kalian! Di dunia maya namanya pada ganti jadi Mamanya…, Bundanya…, Uminya…, Emaknya… semua!
  100. Byk yang nyangka Mama sirik gak punya Quinny Zapp. Gak tau aja, kalo belanja Mama udh gak pake trolley lagi, tp QZ. Anaknya udh ngawang gak butuh stroller (thx to aktivasi otak tengah).
  101. Siang2 dengerin baby Mozart enak juga ya… Ternyata bukan CD, tapi lgsg dari anak Mama! #Bangganya
  102. Perasaan kmrn baru bisa main lagu abdi teh ayeuna gaduh hiji boneka, nak! Skrg udah Mozart aje! Berkat ASIX seliter sehari. Twitpic ah…
  103. Ga kerasa si Buyung mau ultah. Do’a tulus ibunya: semoga dpt ide utk dessert table. Rusak masa depan anakku kalo ultah tanpa dessert table!
  104. Mau bikin dessert table dgn tema KEBERANIAN deh, biar anakku berkepribadian kuat. Hiasannya: kuntilanak, rapor merah, sufor, dan milis galak
  105. Sebel deh, hasil pompaan ASI mama hari ini dikit! Ngadu dulu deh ke forum bu-ibu, kali aja ada yg lebih dikit! *ujung-ujungnya kompetitif*
  106. Ngetwit: “Anak mama lahap bener makan puree butternut squash buatan mama!” Pencitraan tuh, padahal sih puree labu siyem!
  107. Pa, nanti cepet come home ya. For makan dinner, we’re gonna have chili-fried aubergine and mozambique tilapia…
  108. …. Yang kalo diterjemahkan pake Alphalink sebenernya balado terong dan mujaer. Selamat makan, Indoneysyaa…
  109. *pingsan* RT @rezagunawan: Baca timeline @MamaYeah dgn ringan hati, bisa membantu memulihkan penyakit jiwa yg (sebagian) kita idap bersama
  110. Ah, udh sore nih pemirsa. Sblm Mama diculik Kolong Wewe krn kebanyakan bacot, kita pamit dulu ya. Spt biasa, Mama mau berkata-mutiara…
  111. Kesempurnaan milik MamaYeah dan @rezagunawan, ketidaksempurnaan milik ANTO. Kalo msh kecil, tu bocah gue tetekin deh biar kalem! Wass wr wb.
  112. Dear WM: GAJIAN NIYEEE! Taudehtaudehtaudeh *kekep anak di kasur, masih dasteran. Ijazah jadi perlak*
  113. Mak / bun / moms, pada tau gak sih, UFO yg meresahkan sejuta umat itu singkatan dari apa? sUFOr. You have been warned.. won.. won.. *echo*
  114. Siapin TO dulu deh, buat bahan pamer ntar di forum bu-ibu. Sederhana aja bajunya, moga2 gk terlalu malu2in dan ttp bisa jd inspirasi…
  115. Omygulay, memalukan bgt sih pada gak tau TO! TO: Today’s Outfit, alias memamerkan baju anak yg dipake hari itu…
  116. … Merk hrs dicantumkan (meski belinya di ITC, kibul aja dikit). Forum ibu2 dan blog adlh lahan subur TO. Udh ya, Mama siap2 dulu.
  117. Kaos Parda dan Goochy-nya Buyung mane sih? Yg ketemu baru clodi Channel-nya (TV kale…)
  118. “Soortee! Coba kamu timbun itu botol susu dan dot-dotnya Buyung, trus bakar sekalian! Temen ibu mau dateng nih, konselor laktasi!” *stres*
  119. Duh gusti… Ini udah TV ke-15 dalam minggu ini yang mama tendang sampe pecah. Tiap ada iklan SUFOR mama gak bisa kontrol emosi! Gelap mata!
  120. Kok gak ada yg bilang kalo vaksin IPD itu ada efek samping buat ortunya sih! Anak yg vaksin, mama yg lemes kyk abis ditodong! *sejeti cyin!
  121. New blog post: So Yummy! Banana bread pudding ala MamaYeah! (padahal resep en foto boleh ngembat dari annabelkarmel.com!)
  122. Yes, sukses ngasitau ke ibu2 tgl pendaftaran yg salah utk TK Internasional paforit. Mua! A! A! A! Jang, siap2 nyarios basa englais wae, nya
  123. Berkurang moral, asal bilingual. Jangan2 motto TK-nya memang begitu ntar…
  124. Next target: ngajarin Nanny (“Jenenge Surti, iboo!”) berbhs Enggris jg biar selaras. Surti, kita dinner fried catfish ya with mix veggie ya.
  125. Selamat pagi SAHM! Cantiknya kalian dgn daster yg gak akan diganti seharian itu. Dpt salam dari makeup seserahan kawinan (yg udh jamuran).
  126. Setiap pagi jml followers semakin mengerikan! GR sih enggak. Soalnya yg awalnya muji2, biasanya belakangan ngeroyok *ancang2 silat Cimande*
  127. Ih seneng ya, skrg tukang ketik akte lahir hemat tinta, berhubung anak jaman skrg namanya cuma satu huruf: Baby A, baby Z, baby Y, M, C, A!
  128. Melangkah dengen penuh percaya diri bersama tas Kate Speed (boleh beli ITC kak, huruf boleh tip-eks satu) dicangklong di bahu nanny…
  129. … nanny-nya tetep Surti dipakein baju suster, tangannya tetep bau terasi. Biar dikira mampu aja sewa nanny dari yayasan! Yuk, ncus!
  130. “Junaediii.. Eeehh, Baby Jaayy… Come, let’s neyneyn dulu sama mommy!” *matiii, mudah2an geng arisan dollar gak denger nama si juned*
  131. Kalo ada ABG (hai Anto) nulis “Mu’uph eaah, bhebheQu gy Lemhoed” ini kecilnya pasti bukan minum sufor lagi, udh berenang! Paging ibu2 milis!
  132. Astaghfirulloh si anak makan Chiki setengah biji. PAPATELPONUGD!
  133. Astaghfirulloh si anak dipakein baby talc. PAPATELPONUGD!
  134. Iyah, follower kita udh seribo. Tapi ya udh lah, kita gak suka nyombong *sambil nyiapin foto TO, foto diaper bag, Twitpic 100x sehari…*
  135. Yak, jam 5 buibu! Waktunya berhenti pura2 kerja pdhl blogging / main forum / ngoprek Twitter org. Pelukan hangat tukang ojek sdh menanti…
  136. Anak Mama, kenapa GTM sih? Baru mau makan kalo pake iPad… Maksudnya nasinya taro di iPad, disendok pake iPhone. Untung punya byk…
  137. Come, baby, sit with Mommy. Kita watch tontonan edukasyonal The Switched Princess dulu yuk… #pencitraan
  138. Oke, kita tutup perjumpaan dulu. Akhir kata, kesempurnaan milik Mama dan Benny Israel (krn cuma dia yg tau identitas asli Mama, catet!)…
  139. … Ketidaksempurnaan milik yg penasaran niyeee. Yuk ah. Gelang sipatu gelang.
  140. Good morning estri-estri! Bangun pagi kuterus… Mandiin anak dan suami, nanti mlm sunnah nabi. Asiiik! *pushup, situp, kegel*
  141. Cukuran rambut buyung kok jadi crop circle gini sih? Gini nih akibat mau ngibul Buyung abis cukur di Purrel / Kiddycuts, pdhl di Mang Kokom!
  142. Ya udahlah, Mama mau balik ngebordir aja… Ngebordir logo GAP dan Armani Kids segede2 setan di kaos-kaosnya buyung. Modal ngeceng di mol!
  143. Sholat hajat udh, bawa silet udh, bawa ATM Papa udh, pake sepatu bot (biar enak nginjek) udh. Mothercare sale, I am cominggg!!!
  144. Setelah berjam-jam meluk dinginnya tiang kereta, akhirnya bisa merasakan pelukan hangat anak Mama juga.. (Ini ape sih Papa pake nowel2!)
  145. Kita tutup perjumpaan malam ini ya.. (Ini apa sih Papa msh nowel-nowel Mama!) Seperti biasa kesempurnaan hanya milik SuperMom seperti Mama..
  146. …Ketidaksempurnaan milik Oom2 senang yg td twit jorok ke Mama! (Kecilnya minum susu apa sih?) Wass wr wb. Selamat menunaikan sunnah rosul!
  147. Hut Moaneng para Mama yg sibuk gelantungan di Bus TransJekardah! Kita dong lagi asix sarapan sama anak, NIKMAT! *ijazah jadi alas piring*
  148. Sewangi-wanginya tukang ojek, kenek bus & penumpang KRL, tetep aja bagai neraka dibanding bau surga jigong anak pagi hari. Happy Workeeeng!
  149. …. Hari ini kami males ngetwit (haters: horeee!!) Sebagai gantinya, hari ini kita main tanyajawab aja hyuk?
  150. Syarat dan Prasyarat! 1. Gak boleh nanya SARA, pornografi (hai Om2 senang yg kmrn!), dan politik. Politik silahkan tanya Om Ben.
  151. 2. Ga semua pertanyaan akan dijwb, krn hari ini Mama hrs multitasking manen kebun organik Mama, Archidendron pauciflorum dan Parkia speciosa
  152. (intip buku Biologi si kakak… Ooh, pete dan jengkol…)
  153. 4. Bagi yg accountnya dilock / protect, ya udah dadababay.
  154. 5. Terakhir, harus pake hashtag #permisinumpangtanyaprokprokprok , nggak kurang nggak lebih
  155. Duh, capek juga ya tanya-jawab gini. Nggak lagi-lagi deh! Kapok! Kalo gitu kita udahan dulu yaa…
  156. Lagian udh jam segini. It’s Friday night, bebi! Mama mau dandan, trus ngeceng ajojing! (kenyataan: ke Timezone main DDR sama anak.. Kesiann)
  157. Akhir kata, kesempurnaan milik Mama dan @deelestari (soalnya dimention mulu nih! Kita bikin buku bareng, apah?)…
  158. …Ketidaksempurnaan milik gim-gim Timezone yg akan menguras tenaga dan duit Mama mlm ini. Duh.. Awas kalo menangnya bukan tivi! Wass wr wb.
  159. Happy Weekend Momzillas! Aduh badan mama masih lemes nih saking hot-nya ajojingan semalem di Timezone. Pada mau ngapain today?
  160. Buat yg rumahnya mau di-inspeksi mer123lak, buruan umpetin koran gosipnya, elap debu jendela & berantakin dapur biar disangka rajin!
  161. Buat yg masih tinggal bareng mer123lak, ya udah lah ya, udah nasib! (Kok gak ada yg bilang sih mer123lak include dalam paket pernikahan?!)

Ciyee.. mamayeah ni yeee…

Saya kena di beberapa item nih :

  1. Saya working mom, bekerja 5 hari seminggu cus dari rumah pukul 6.15 dan sampai rumah lagi maghrib. Itu juga kalo nggak pas mampir beli groceries (2-3x seminggu). Anak cuma berdua sama teteh (pengasuh)-nya. #kuat2in hati
  2. Melahirkan SC dan gagal IMD.
  3. Alhamdulillah berhasil ASIX, dan masih aktif memompa ASI sampai hari ini (anak umur setahun lebih) meski produksi ASIP turun 75%. Jadi sekarang anak saya konsumsi ASIP plus sufor. Tapi bahkan di masa jaya pun, stok ASIP saya tidak pernah melebihi 20 botol isi 100 mL, jadi selalu ngos-ngosan kejar tayang  dan nggak bisa pamer ASIP di kulkas deh. Saya bangga bisa ASI tapi nggak segitunya juga nganggep sufor RACUN. Uhuk!
  4. Niatnya mau masak sendiri buat anak, tapi sejak anak GTM parah di usianya yang ke-7 bulan,saya menyerah pakai bubur instan. Rasanya tak sebanding dengan waktu dan sisa tenaga yang musti saya kerahkan untuk masak, anaknya tutup mulut rapat2. Aneka merk deh sudah dicoba. Waktu mudik kemarin, “kena” sama ibu dan mamah mertua soal ini, jadi mulai semangat lagi masak buat anak saya. Yatapi dasarnya anak saya nggak terlalu doyan makan, mau dimasakin mamanya, mau pakai bubur instan, ya makannya segitu-segitu aja. Kadang doyan kadang enggak. Udah gitu geraknya lasak banget, jadi badannya slim ga montok.
  5. Sempet kena rayuan paket diskon baby spa di mom n jo. Iyes, memang lumayan mihil. Yatapi kan di mari belum nemu dukun pijet bayi yang cocok seperti di kampung. Lagian worth it kok, pelayanannya memuaskan.
  6. Sempet pakai clodi juga, dan memuaskan kok. Yaaa meski hanya merk lokal macam pempem!, cluebebe.. Ga kuat beli yang impor. Mungkin nanti kalau sudah punya pohon uang. Yatapi setelah princess ga bisa diam saat dipakein popok, akhirnya beralih juga ke Pampers model pants. Maklum clodi-nya model pocket semua. Saya malah sedang berpikir untuk nyoba training pants sekalian, soalnyaa gambarnya lucu-lucu. #klise banget
  7. Pernah nyebut anak dengan nama baby Na (Nabila) di twitter.
  8. Nama di whatsapp adalah Mamalala. Ehyaampun, gegara itu dibilang alay sama teman SMA. #sial bener
  9. Nggak pakai talk buat anak. Sempet diprotes mertua, tapi ya sudahlaaahh. #murni alasan kesehatan ini sih.

Soal kompetisi merk untuk segala macam produk, alhamdulillahh saya nggak ikutan deh. Buat saya yang mahal belum tentu paling baik, meski yang berkualitas baik memang nggak murah juga. Jadi yaa yang moderat lah. Pinter-pinternya milih aja. Ketahuan yah, emak irit. Ehtapi gini-gini juga masih suka diomelin suami (yang lebih irit dari saya). Habis gimanaaa, saya suka lapar mata. Hahaaa

Mamayeah.. makasih sudah menghibur saya. Dan mengingatkan saya buat nggak LEBAY jadi ibu. Pokoknya musti bijak. Kita kan yang paling tahu kondisi keluarga kita sendiri. Ya kan ya kan?

 

Unconsciously Disturbed

Seorang teman kantor (wanita), sebut saja Bunga (aaiihhh..),  pernah ada konflik terbuka dengan juniornya yang kebetulan lelaki, sebut saja AF (bukan Ahmad Fathanah ya.. ini random initial kok, bukan sebenarnya xixi).

Bunga merasa AF ini membicarakan dirinya di suatu forum yang kebetulan Bunga tidak hadir di situ. Bunga pun terusik karena merasa dibicarakan “di belakang”. Akhirnya di suatu forum terbuka, Bunga pun “menyentil” kelakuan AF ini. Dan entahlah, mungkin karena sedang emosi tinggi atau apa, AF ini “meledak”.  Untunglah seorang senior meredam situasi dan permasalahan ini pun dibicarakan di luar forum. Entah bagaimana kelanjutannya, saya pun tak tahu.

Sebenarnya sih, permasalahannya lebih ke miskomunikasi saja, menurut saya. Sewaktu AF “katanya” membicarakan Bunga “di belakang” itu, sebenarnya lebih ke mempertanyakan sistem, dan bukan semata soal Bunga. Cuma entahlah, mungkin info yang sampai ke Bunga tidak lengkap atau bagaimana. Sedangkan mengenai AF yang bicaranya (maaf) agak kasar itu, seorang kawan saya (lelaki) berkata bahwa itu semata karena background-nya AF yang dunia lelaki banget, jadi tidak terlalu bagus dalam hal berbicara dengan wanita. Ya ya ya.. teori Man Comes From Mars and Venus Comes From Venus, and That’s Why They Often Collide..

Saya tidak sedang menghakimi siapa pun di sini. Tapi saya belajar hikmah yang sangat dalam dari kejadian ini. Apa itu?

Bahwa cara kita menyampaikan sesuatu itu sangat penting, sama pentingnya dengan apa yang akan kita sampaikan.

Bahwa sekali kita bicara kasar dan melukai hati orang, orang itu nggak akan pernah lupa. Ibarat kita menancapkan paku di kayu, meski paku sudah kita cabut, kayu itu akan tetap berlubang. Benar bahwa time will heal the wound, but the scar will always be remained.

Maka, kita benar-benar harus berhati-hati dengan lidah kita, terutama kala berhadapan dengan orang-orang yang kita cintai.

Lalu, apa hubungannya dengan judul posting ini? Unconsciously disturbed?

Segera setelah konflik itu terjadi, AF akhirnya meminta maaf pada Bunga. Dan Bunga pun dengan bijaknya meminta maaf pada AF, sama-sama lah begitu biar sama-sama enak. Bunga menyangka permasalahan sudah selesai.

Yang Bunga tidak sadar, alam bawah sadarnya masih sakit hati dan tidak terima dengan perlakuan yang dia terima. Perasaan, saya nggak pernah jahat sama orang, kok tega banget orang sejahat itu sama saya? Sepanjang perjalanan pulang dari kantor, dia tidak bisa tidur (padahal biasanya lelap!). Berhari-hari setelah itu, dia sulit tidur malam. Semata karena masih ada yang mengganggu pikirannya. Dia pun heran, ternyata yang dia anggap sudah selesai itu, masih mengganggu dunia bawah sadarnya.

Hal yang sama pernah juga terjadi sama saya akhir-akhir ini. Sesuatu yang mungkin dianggap joke sama orang, dan saya juga menganggapnya enteng.. Eh kok malah masih terbawa di pikiran saya sampai lama kemudian. Rupanya alam bawah sadar saya yang nggak terima diperlakukan begitu. Unconsciously disturbed. Ada jugakah yang pernah mengalami?

Kinda Bitter Situation

Di kantor akhir-akhir ini rasanya campur aduk.

Heboh orang wira-wiri, grubak-grubuk ngepak barang-barang. Angkut-angkut.

Kardus-kardus memenuhi space antar kubikel. Sesak.

Gerundelan orang-orang yang sebenarnya sebagian besar ga setuju kantor kita pindah ke manalah itu.., tapi ga berani bilang ke ‘atas’.

Diskusi-diskusi para lelaki yang bertabur asap rokok di pantry..

Kaset rusak, yang mana bikin geregetan hatiku geregetan… #ala sherina

Dan hari ini…

Siiingggg..

Unit sebelah yang selantai sama unit saya sudah hampir mati. Kosong. Sampah berserak dimana-mana. Mereka yang biasa ekapresif dan membahana, tak lagi terdengar suaranya. Meja kursi hening. Komputer pun sudah habis diangkut.

Rasanya nelangsa.

Teringat bahwa tak lama lagi, giliran saya tiba.

Terusir dari “rumah” sendiri.

Terlebih untuk sebuah alasan – atau jargon – yang agak mekso.

Di unit saya sediri, kehebohan ngepak sudah dimulai karena akhirnya kemarin kardus sudah datang-tak-diundang-dan-pengennya-langsung-taktendang dhuellll yang jauhhhh jadi ga bisa balik lagi #omongan orang stress

Berusaha ikhlas… Tapi sulit…

Berusaha menikmati… Tapi ini pahit, jendral!

Berusaha melihat dari sisi positifnya… Tapi ga ketemu-ketemu…

Berusaha memahami dan mengambil hikmah… Tapi hikmah yang manaaaaa?

Semua keberantakan ini, tak juga bisa saya pahami. Untuk apa? Atau demi siapa? Mudah-mudahan memang untuk kebaikan bersama (pada akhirnya, entah kapan).

Semoga.

#masih belum ikhlas huks 😥

10 Days to Six Months

Yup, hari ini tepat 10 hari menuju ulang bulan princess yang keenam. Alhamdulillah, dia tumbuh sehat, aktif dan cantiiikk.., membuat ayah dan mamanya tergila-gila. Hehe.. Belakangan ini dia sedang senang-senangnya guling-guling. Tengkurep, balik, tengkurep, balik lagi tau2 udah di lantai aja, ngga di karpet. Hmmmppp..

Menjelang 6 bulannya princess, saya mulai sibuk cari info tentang pengenalan makanan padat sebagai pendamping ASI. Browsing sana-sini dan kena “racun” gramedia, saya akhirnya juga beli buku Makanan Sehat Untuk Bayi karya pak Wied Harriaji.

Dari berbagai sumber yang ada, saya jadi tahu manfaat pemberian MPASI buatan rumah (home made) dibanding makanan instan. Here they are.

  1. Mencegah anak menjadi picky eater alias pilah-pilih makanan. Memberikan aneka olahan bahan makanan tanpa gula-garam-penyedap rasa akan melatih lidah anak untuk menikmati cita rasa alami makanan. Dengan demikian, saat dewasa kelak dia lebih mampu menikmati makanan apapun. Sedangkan jika bayi terbiasa diberi makanan instan yang memang super uenak itu, ada kemungkinan bayi jadi tak suka sayuran (yang rasanya hambar).
  2. Variatif. Kita bisa memakai aneka bahan pangan yang tersedia di sekitar kita. Bahan lokal akan lebih baik lagi. Tentunya dengan tahapan-tahapan tertentu sesuai usia bayi.
  3. Kita bisa mengontrol apa yang boleh dan tidak boleh ada dalam makanan. Tentunya, bebas MSG dan juga pengawet.

Membaca semua itu di literatur membuat saya pengen sekali bisa memberikan princess MPASI homemade. Terutama bagian picky eaternya itu. Saya maunya anak saya doyan semua : sayuran, buah, daging, ayam, ikan… Tentunya yang halal.

Namun, saya meragukan kemampuan saya sendiri. Selama ini, untuk makan keluarga kecil kami saja, lebih sering jajan daripada masak.

Waktu yang sempit menjadi kendala utama. Pagi2 jam 6 lebih dikit saya sudah harus mejeng di pinggir jalan menunggu bis jemputan kantor. Sedangkan subuh2 tuh justru jadwalnya  princess bangun dan minta mimik. Lama pula mimiknya. Saya juga musti nyiapin segala pritilan mimiknya princess, baju2 untuk dibawa mengungsi ke rumah budhenya (princess dimomong di sana), belum lagi alat tempur ASIP saya. Memang sebagian mestinya bisa saya siapkan malam harinya, tapi doohh..kalau udah ngelonin princess tu mamanya suka kebablasen tidur.

Sore setiba saya di rumah, princess langsung sama saya dan pengasuhnya pun pulang. Untuk bisa masak, saya harus ngeloni princess dulu sampai tidur karena dia lagi ngantuk2nya. Sementara princess sensitif banget. Meski udah merem, saya mingsret bentar aja dia langsung “ihik ihik…” minta dikelonin lagi.

Alhasil, tenaga saya kadang udah tinggal sisa2 aja dan jadinya ga mood. Kalau dipaksain masak, hasilnya malah ga maksimal alias ga enak. Alasan lainnya, kemampuan masak saya sungguh cetek. Aduh.. Kasian ya suami saya.. Hihi..

Jadi pertanyaannya.. Bisa apa saya nyiapin MPASI sendiri?

Ada beberapa solusi yang saya bisa coba, ternyata.

  • Masak dengan slow cooker.
  • Masak dengan metode gravy trus dibekuin.

Sekarang masih tahap kumpul2in info tentang dua metode di atas. Toh untuk pengenalan pertama, princess baru akan saya berikan puree buah saja. Yang tak perlu dimasak hehe.

Lagipula saya masih harus galau.

Belakangan ini, produksi ASI saya turun lumayan signifikan. Entah kenapa. Paling perih kalau sekali pompa cuma dpat 30 ml. Kepala langsung cekot2 hehe. Jumat kemarin bahkan saya memutuskan pulang kantor lebih awal cuma karena susu princess habis. Gimana nggak galau. Udah gitu, nampaknya princess sedang dalam fase growth spurt. Wiken yang saya rencanakan untuk pompa-pompa-pompa kumpulin stok ASI, gagal total karena princess mimik-mimik-mimik tak henti2.

Masih berusaha keras agar princess lulus ASIX.

Tapi, saya butuh masukan nih. Kalau benar-benar tak bisa lagi, mending saya beri sufor apa MPASI dini ya? Gimana nih bu-ibu?